Tuesday, July 17, 2007

GUNUNG MERAPI BOLEH DI DAKI LEWAT JALUR UTARA

YOGYAKARTA- Meski status gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta masih dalam status diatas normal yakni Waspada, namun boleh didaki masyarakat umum. Hanya saja, para pendaki tetap tidak diperbolehkan mendirikan tenda atau camping di kawasan puncak. Alasannya, sampai saat ini gunung Merapi masih sering meluncurkan lava pijar dan terkadang awan panas atau wedhus gembel."Merapi sudah boleh didaki bahkan hingga ke puncak. Tapi hanya dua jalur pendakian yang kami sarankan untuk dilewati yaitu lewat jalur utara dan jalur barat. Sedang untuk jalur selatan dan jalur timur, tidak kami rekomendasikan karena kedua jalur tersebut merupakan daerah luncuran awan panas dan liva pijar," Demikian dikatakan Kepala Seksi Gunung Merapi pada Kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subandriyo.

Lebih lanjut dijelaskan, jalur utara yang boleh dilewati merupakan jalur pendakian dari arah Selo di Kabupaten Boyolali. Sedang jalur barat berada di Babatan Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang. Jika pendaki tetap nekad naik dari jalur selatan atau dari Kaliurang Kecamatan Cangkriangan Sleman, kata Subandriyo, dipastikan akan kesulitan mencapai puncak sebab harus memotong hulu sungai Gendol.Padahal di hulu sungai Gendol, kata dia, sampai saat ini masih merupakan arah luncuran lava pijar dan awan panas serta medannya lebih berat setelah runtuhnya geger boyo. Sementara lewat jalur timur atau dari arah Deles Kabupaten Klaten, kata dia, juga tidak direkomendasikan karena harus melewati Kaliworo yang berhulu di kali Gendol.

Kondisi Merapi saat ini berangsur normal meski masih sering mengeluarkan lava pijar. Tetapi karena arah luncuran bisa dipastikan, kata dia, pendakian sudah diperbolehkan. Jika pendaki ingin mendirikan tenda dan camping, kata dia, dianjurkan mendirikan tenda di Pasar Bubar pada ketinggian sekitar 2.500 dpl."Setelah erupsi dan kembali tumbuhnya kubah baru, ketinggian gunung Merapi saat ini sudah mencapai 2.970 meter di atas permukaan laut. Kami merekomendasikan kalau mendaki, jangan bermalam di puncak," kata Subandriyo yang telah tiga kali naik ke puncak Merapi pasca-erupsi 2006. Seperti diberitakan, gunung Merapi yang mempunyai siklus erupsi 2 hingga 5 tahun, kembali aktif pada Juni 2005. Puncak erupsi Merapi terjadi pada 14 Juni 2006 hingga menerjang kawasan wisata Kaliadem di Sleman DIY. Pada masa erupsi itu, dua orang yang berlindung di bunker, tewas lantaran bangunan bunker terkubur awan panas yang suhunya mencapai di atas 1.000 derajat celcius. ( Santos )

No comments: