Monday, June 4, 2007

1100 KOPERASI DI DIY KOLAPS

YOGYAKARTA- Sebanyak 1100 koperasi di Provinsi DI Yogyakarta kolap bahkan gulung tikar. Kebanyakan koperasi yang kolap dan gulung tikar berada di pedesaan dalam bentuk koperasi unit desa (KUD). Padahal, total aset seluruh koperasi di DIY mencapai lebih dari Rp 1 trilyun.
"Total koperasi di seluruh DIY sebanyak 2.190 buah. Namun saat ini, tidak kurang dari 50 persennya yang masih bertahan. Sebanyak 1.100 koerasi sudah mati dan kolap," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Provinsi DIY, Syahbenol Hasibuan, Senin, 4 Juni 2007

Lebih lanjut dikatakan, sejak kementerian koperasi dilikuidasi yang juga diikuti dengan likuidasi Kanwil-kanwil koperasi di tingkat provinsi, nasib koperasi di daerah juga ikut terkena imbasnya. Dari 2.190 koperasi yang terdaftar di DIY, kata Syahbenol, yang betul-betul masih hidup tidak sampai 50 persennya.

Menurut dia, hasil pendataan yang dilakukan Disperindagkop, sebagian koperasi di DIY memang ada yang nakal. Artinya, kata dia, koperasi-koperasi tersebut sengaja didirikan hanya untuk menghimpun dana dari masyarakat tetapi setelah itu mereka bubar dengan meninggalkan persoalan.
"Sebagian lagi ada koperasi yang muncul ketika pemerintah mempunyai program menyalurkan bantuan lewat koperasi. Jadi selama tidak ada bantuan dari pemerintah, koperasi itu matisuri," tambah Syahbenol.

Padahal, lanjut dia, hasil pendataan yang dilakukan oleh Disperindagkop DIY, total aset koperasi-koperasi itu mencapai lebih dari Rp 1 trilyun. Aset sebesar itu, kata dia, meliputi aset gedung, mesin dan dana yang ada di koperasi.
Sementara itu Kepala Humas Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta, Alex Syamhuri menyatakan, pemutakhiran data koperasi di DIY memang mendesak dilakukan. Pemutakhiran tersebut, kata dia, berkait dengan masih banyaknya program pemerintah yang perlu didukung oleh koperasi di tingkat pedesaan.
"Jangan sampai program pemerintah tersebut jatuh ke koperasi yang tidak kredibel. Sebab kenyataannya, setelah kementerian koperasi ditutup, ratusan koperasi di Yogyakarta juga ikut mati," kata Alex. ( Santos jogja )

No comments: